0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Rabu, 09 Desember 2015

Dua Komisariat PMII Grobogan Adakan MAPABA

Grobogan,-4 Desember 2015. Dua komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Kab. Grobogan telah mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA),Komisariat Ajisaka dan Ki Ageng Tarub. MAPABA tersebut menjadi pintu awal sahabat-sahabat (sapaan bagi anggota PMII) dalam prosesi kaderisasi formal, sekaligus memperkenalkan keanggotaan baru dan pengurus. Menurut ketua komisariat AjiSaka sahabat Rinduwan mengatakan bahwa MAPABA menjadi anggota Mu'takid yaitu mempercayai PMII adalah jalan yang benar dalam beroganisasi terutama dalam Pengalaman ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah. Dalam MAPABA berikutnya argument tersebut di kuatkan oleh ketua Komisariat Ki Ageng Tarub yakni sahabat Tri Agus Utomo bahwa PMII dalam sejarah awal nya merupakan banom Nahdlatul Ulama yang dalam perjalanan waktu menjadi Inter Independent dengan NU,namun demikian PMII tetap secara kultur adalan bagian dari Nahdlatul Ulama,tegas nya. 

Rabu, 14 Oktober 2015

Dinkes Grobogan Tidak Serius Tangani Kematian Ibu dan Bayi !

Grobogan -10,Oktober 2015,Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tidak sesuai amanat UUD 45 pasal 34 ayat 3 yang berbunyi “Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. PC PMII Grobogan menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tidak serius menjamin kesehatan warganya, hal ini bisa di lihat melalui penganggaran yang di lakukan oleh dinas tersebut. Berdasarkan analisis angka yang di lakukan (PMII) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan, ketua bidang eksternal Didik Mahmudi mengatakan, Bahwa Dinas kesehatan tidak serius menjamin kesehatan warga grobogan, bahkan penganggaran yang telah di tetapkan pada tahun 2015 ini dengan total belanja 97,5 M sebagian besar telah habis di gunakan untuk gaji pegawai sebesar 57,5 M. Artinya uang yang di gunakan untuk menjamin kesehatan warga grobogan lebih sedikit daripada untuk menggaji pegawai, yaitu hanya sebesar 39,9 M. Hal ini sangat tidak sesuai dengan pelayanan kesehatan yang di terima warga Grobogan. Dengan anggaran gaji sebesar itu, tapi tidak di imbangi dengan pelayanan yang baik. misalkan dalam pelayanan ibu melahirkan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah cukup tinggi. Berdasarkan data Dinkes di tahun 2014, tercatat 406 bayi dibawah usia satu tahun dan 39 anak usia satu hingga lima tahun meninggal dunia. Oktober 2014, angka kematian Ibu (AKI) terhitung 102 jiwa dan 300 jiwa pada angka kematian bayi (AKB). Angka tersebut menempati peringkat ke 2 se-Jawa Tengah. Sementara pada oktober tahun 2015 ini kasus angka kematian bayi (AKB) 306 kasus dan 279 kasus angka kematian Ibu (AKI). Dari uraian di atas, program yang di lakukan dinas kesehatan grobogan belum mampu memecahkan problem pelayanan kesehatan yang baik untuk warga Kabupaten Grobogan.

Jumat, 09 Oktober 2015

MUSPIMCAB PMII Grobogan Ke-lll.. Satu Barisan Satu Cita, Satu Angkatan Satu Jiwa

Grobogan 27 November 2015,Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kab.  Grobogan di selenggarankan Musyawarah Pimpinan Cabang Kab.  Grobogan yang Ke-3. Di hadiri oleh komisariat Aji Saka yang merupakan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) dan Komisariat Ki Ageng Tarub atau mahasiwa Sekolah Tinggi  Agama Islam Wali Sembilan Semarang (SETIA WS Semarang). Acara tersebut adalah salah satu rencana kerja yang menjadi evaluasi kepengurusan. Dalam acara  tersebut  membahas evaluasi internal berkaitan kaderisasi bagaimana pengembangan wacana yang menjadi fokus, serta gerakan eksternal,Keagamaan serta gerakan KOPRI ( Kopr PMII Putri ). Sahabat Stering Comite yaitu sahabat Ahmad Harir sebagai ketua, Ahmat Sahri sebagai Sekretaris.  "Agenda tengah periode ini semoga dapat menjadi titik balik perbaikan pengurus serta mengevaluasi program-program kerja",tutur ketua panitia sahabat Afif Humam. Dalam acara tersebut terpilih pula sahabat Pujo handoyo, Didik Mahmudi serta Lia Amilia sebagai Presidium sidang.

Minggu, 16 Agustus 2015

HUT RI KE-70,Cintai Wisata Grobogan Bersahabat

Grobogan, Warta PMII- Memperingati HUT RI yang ke -70  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kab. Grobogan kenalkan wisata grobogan. Kegiatan tersebut di selenggaran bersamaan dengan Car Free Day Kab. Grobogan,minggu 16/8/2015. Dalam acara tersebut di pamerkan gambar-gambar wisata grobogan diatara nya air terjun sedayu, sendang keongan di Klambu, Goa urang di desa Batur, Watu Ondo di desa Linduk, kebun blimbing di Tarub, makam Ki Ageng Tarub, makam Ki Ageng Selo, makam Ki Ageng Gatas Pendowo dan masih banyak lagi. Menurut Pak Nur Ikhsan pengunjung Car Free Day dan saat ini menjabat Kadin perizinan" hal seperti ini harus di sosialisasi kan berulang-ulang, guna menambah minat dan daya tarik wisata, terutama dinas berkaitan,  saat melintas.  Senada dengan hal tersebut Ketua PC PMII Kab. Grobogan Intan Yuli bahwa" wujud mencintai negeri dalam suasana hari ulang tahun kemerdekaan,kita juga harus mencintai pula wisata-wisata di kabupaten yang kita cintai ini, imbuh nya. Setelah acara sosialisasi tersebut di akhiri dengan ziarah dan mendoakan para pahlawan di makam pahlawan kab.  Grobogan.

Sabtu, 11 Juli 2015

MENGAWAL UANG MASUK DESA

"Pelaksanaan UU Desa Membingungkan". Hal tersebut di sampaikan dalam pembukaan acara dialog public pergerakan dengan tema " Mengawal. Dalam acara tersebut juga di hadiri oleh kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Jawa Tengah Drs. Tavid Suprianto, M. Si(Tokoh pengamat Undip) dan Ikhwanuddin,S. Ag (ketua PW Ansor Jawa Tengah)

Undang -Undang (UU) Desa yang dikeluarkan tahun 2014 dianggap membingungkan karena pada pelaksanaannya terdapat irisan kerja antara Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi dengan Kementrian Dalam Negeri. 

Kedua kementrian tersebut, menurut Ahmad, menangani persoalan desa dengan pendekatan yang berbeda. Sementara, kesulitan pelaksanaan dari undang-undang ini adalah bila ada dua peraturan menteri yang berbeda, yang kelak membingungkan dalam segi penerapannya.


“Harus dikawal dalam hal implementasi UU ini oleh pihak-pihak yang memang mengerti substansi UU Desa, agar tidak membuat blunder dalam pelaksanaannya. Misalnya dalam hal dana desa, yang dijanjikan 1 M, dalam kenyataannya baru 280 juta,” tegas Ikhwalnuddin

Sementara itu, pendiri Bank Tani, Masril Koto, mengatakan bahwa UU Desa ini menjadi strategis baginya dan komunitas-komunitas penggiat ekonomi petani di daerah-daerah. Menurutnya, dengan masuknya anggaran ke desa yang bisa dikelola langsung oleh Pemerintah Desa, maka akan bisa lebih menggairahkan perekonomian di di tingkat Desa.


Oleh karenanya, Tahfid Supriyanto mengajak lembaga-lembaga pergerakan rakyat yang peduli dengan situasi ini untuk betul-betul mengawal implementasi UU Desa agar bisa memberikan manfaat dalam proses pemerataan pembangunan melalui desa.


“Di Papua kami sedang membangun Bank Mama, di mana kaum perempuan di sana mengorganisir bank untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari. Dan saya rasa UU Desa pun harus tersosialisasi dengan baik hingga ke Papua, agar desa bisa menjadi mitra bagi mereka,”Ujarnya. 

Jumat, 10 Juli 2015

Kokohkan Diri, Tingkatkan Kepedulian, Raih Ketaqwaan

Grobogan-Kamis, 09 Juli 2015. Safari Ramadhan sarana meningkatkan kecintaan pada Al qur'an.
Bertempat di Masjid Jami' At Taqwa desa Kuripan kecamatan Purwodadi, Pengurus Komisariat Ki Ageng Tarub Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kab. Grobogan Mengadakan Lomba tingkat TPQ, Tahfidz dan Cerdas Cermat yang bekerjasama dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang ( BEM SETIA WS Semarang ) Cabang Purwodadi dengan tema "Kokohkan Diri, Tingkatkan , Raih Ketaqwaan". Dalam acara tersebut di ikuti 25 anak diniyah yang di fasilitatori sahabat-sahabat Komisariat Ki Ageng Tarub dan Pengurus BEM SETIA WS. Acara di buka oleh Bapak Ali Fatah pengurus masjid Jami' At Taqwa, beliau menyampaikan bahwa penting nya agenda ramadhan seperti ini.  "Harapan besar dari lomba ini akan tercetak hafid hafidhoh yang akan menjadi penegak agama di masa mendatan". Menambahi pula Ketua Komisariat Ki Ageng Tarub Tri Agus Utomo serta Khoirun Nisa perwakilan dari BEM bahwa acara ini menjadi pintu awal kerjasama PMII dan BEM bahwa organ Intra maupun Ekstra kampus bisa membangun kerja sama dalam suatu acara dan membangun sumber daya serta kepekaan sosial.

Sabtu, 27 Juni 2015

MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Spirit Ramadhan sebagai energi gerakan, MEA sudah di depan mata.

Dengan datangnya bulan suci ramadlan kemarin,(18/6) PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Grobogan. Mengadakan diskusi mengenai MEA untuk menambah spirit organisasi yang makin lama makin kurang di sekretariat PMII tepat nya jln.Hasan Anwar  Kauman Purwodadi.

Pada diskusi kali ini (25/6) pemateri mengungkap bahwa Indonesia akan di serang oleh investor-investor asing di bidang industri dari pelbagai sektor

"Tupoksi dari mahasiswa pada umumnya Dan PMII pada khususnya adalah mengeksistensikan isu-isu yang sekarang beredar, Dan mempositifkan isu-isu yang negatif ketika MEA di berlakukan.  Apa itu MEA ? Suatu bentuk perjanjian negara ASEAN untuk menjalin kerjasama dalam Hal industri atau perdagangan yang bersifat bebas dengan kata lain pasar bebas, yang ketika di berlakukan para investor tidak lagi membutuhkan ijin untuk melakukan invest besar-besar tanpa adanya pajak Dan Visa " ungkap pemateri sahabat Muridan, yang juga dihadiri oleh kalangan pelajar, mahasiswa Dan anggota PMII sendiri.
" Sebenarnya jika dilihat dari kacamata GeoSosPol,bahwa Mea ini merupakan imbas dari perbutan kekuasaan dunia I yaitu AS dan Cina.  Jadi kita harus bisa jeli melihan manfaat dan imbas negatif dari pasar bebas ekononomi negara ASEAN" imbuh Pemateri ke dua Sahabat M Taufiq Yusuf
MEA  sendiri menjadi pintu terbuka nya pasar bebas yang akan di berlakukan pada tanggal 31 Desember 2015 Dan efeknya pun sampai masyarakat bawah yang mempunyai UKM Dan home industry, konsumen atau pun presiden.

Senin, 15 Juni 2015

Dekat kan anak pada ajaran Agama.. PMII Aji Saka Adakan Lomba Pildacil

Grobogan, Kamis (11/6) kemarin,  Komisariat Aji Saka PMII Grobogan adakan Lomba-lomba agama, seperti lomba kaligrafi, Pildacil dan lomba azan. Yang di ikuti oleh 25 anak, di Dusun Sowan Desa Nambuhan Kabupaten Grobogan. Kegiatan tersebut diadakan guna merespon menurunnya nilai-nilai keagamaan pada anak, serta degradasi moral juga melatar belakangi kegitan tersebut. 
" Adik-adik peserta semangat ya!!  Semoga kegiatan ini bermafaat bagi kalian". Ungkap ketua Komisariat Aji Saka atau akrab di panggil Sahabat Rinduwan saat mengisi sambutan pada acara pembukaan. Di tambah kan pula oleh Sahabat ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Islam (PC PMII) Grobogan Intan Yuli R  bahwa anak-anak adalah tonggak keberlanjutan bangsa Indonesia ini, karena  cerminan Indonesia ke depan adalah adik-adik saat ini, anggap kegiatan ini sebagai permainan, jangan berfikir siapa yg menang dan kalah ya adik-adik ku.. "
Closing Ceremoni di tutup oleh Bapak Rojikan Dosen STAIG (Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan) sekaligus tuan rumah,  "kegiatan tahun ini merupakan kedua kalinya di sini dan merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya. Semoga kedepan kegiatan seperti ini bisa istiqomah,  terima kasih untuk kakak-kakak mahasiswa yang tergabung dalam organisasi  PMII cabang Grobogan yang telah ikut mensukseskan kegiatan ini".
Acara tersebut dilanjutkan pengajian akbar pada malam harinya.

Minggu, 14 Juni 2015

PMII Grobogan, Tuan Rumah PKL Se-JATENG

Selasa, 26 Mei 2015
PMII Gelar PKL di Gubug

Ponpes Miftahul Huda, Gubug, Grobogan- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dengan tema “Menyusun Kekuatan Menuju Perubahan”  oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII)  Jawa Tengah di Pondok pesantren Miftahul Huda Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Dalam pembukaan tersebut Ketua PKC PMII Jawa Tengah Ibnu Ngakil mengatakan, akar sejarah PMII adalah pondok pesantren, sedang pancasila merupakan ideology final, sehingga PMII harus siap menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI. “Jika seorang PMII tidak faham idiologi, sejarah, aturan serta tujuan maka kader tersebut belum layak disebut sebagai kader PMII,” ujar Ibnu Akil kemarin.
Hadir dalam acara PKL, Pengurus Besar PMII, PKC Jateng, 20 Pengurus Cabang se-Jawa Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Sri Sumarni, Wakil DPRD HM Nurwibowo dan Komisi E Edy Maryono  serta dari Polres Grobogan Kabag Sumda Kompol Andi Wahyono. Dalam acara pembukaan, Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding menyampaikan sosialisasi 4 pilar, yang kemudian diulas komisi III DPR RI A Malik Haramain yang merupakan mantan Ketua PB PMII 2003-2005.
“Bagi PMII ideology  Islam Ahli sunnah Wal jamah serta islam rahmatal lil alamin  adalah ideology yang paling mendasar bagi Indonesia. Selain itu pemahaman Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika bagi PMII harus dimiliki setiap kader,” jelas Malik Haramain.

Jumat, 15 Mei 2015

Semprot-semprotan Pilok Sambil Tunggu Hasil Pengumuman.



PegeyeNews - Pengumuman kelulusan atas pencapaian hasil Ujian Nasional Tingkat SLTA sederajad yang digelar pada sore ini, jumat (15/5). Walaupun belum tahu kepastian akan kelulusan mereka, para siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Purwodadi sudah sorak-sorak gembira merayakan moment ini.

sore ini tepatnya di depan SMAN 1 Purwodadi, sambil menunggu kepastian apakah mereka lulus atau tidak, mereka lampiaskan melampiaskan dengan saling semprot pilok, membubuhkan tanda tangan di atas seragam putih abu-abu yang sering mereka pakai, sampai foto bareng ataupun selfie.

salah siswa SMAN 1 Purwodadi, Bagus Prasetyo mengatahan, pengumuman sudah di mulai pada jam 15.00WIB tadi,  dan sampe sekarang belum mengetahui hasil dari pengumuman.

"Walaupun belum mengetahui pasti, saya dan jeman mencurahkan kegemberian atas moment ini, " tandasnya sambil menandatangani baju temannya.

Sabtu, 02 Mei 2015

Peringati HARDIKNAS, PMII Komisariat Aji Saka STAIG Gelar Training Of Publik Speaking

PMII GROBOGAN - Pendidikan merupakan salah satu barometer bagaimana manusia dihargai oleh manusia lain. Dengan pendidikan pula, manusia akan mencerna berbagai macam ilmu, baik ilmu produk jadi (agama, sosial,  politik, ekonomi, dll), untuk meningkatkan daya intelektual. dengan bekal tersebut, maka tidak hal yang mustahil bagi mereka (orang yang berilmu) untuk bisa menemukan ilmu-ilmu baru yang belum ditemukan para pemikir terdahulu.

Dengan secarik hasrat tersebut, maka Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Aji Saka Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) menggelar Pelatihan Training Of Publik Speaking di MA Futukhiah Jeketro,  Gubug, Sabtu 02 Mei 2015. Pelatihan tersebut juga sebagai hiroh dari sahabat-sahabat pengurus komisariat Aji saka untuk memperingati Hari Pendidikan Nasiaonal, dengan Cara menyelenggarakan kegiatan yang mendukung majunya pendidikan, sehingga tidak dengan ceremonial saja kita memaknai hari pendidikan nasional.

Ketua PMII Komisariat Aji saka, sahabat Rinduan mengatakan, munculnya gagasan untuk menyelenggarakan kegiatan ini karena dinilai akan sangat bermanfaat bagi setiap kader yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Pelatihan ini digelar karena memang dalam mata perkuliyahan tidak diajarkan hal seperti ini, sehingga tidak jarang ditemukan mahasiswa yang gagap ketika berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga diharapkan dari output kegiatan ini, para mahasiswa kususnya mahasiswa yang tergabung dalam PMII mampu melakukan pulic speaking pada dunia kampus maupun dalam masyarakat," pungkas sahabat Rinduan didampingi pengurus Komisariat Aji Saka yang lain.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Cabang PMII Grobogan, sahabat Nur Rohmah mengatakan, sangat bangga ketika komisariat tetap semangat melakukan kegiatan-kegitan yang mampu meningkatkan SDM dari setiap kader dilevel komisariat. Untuk itu kegiatan pelatihan-pelatihan seperti ini harus sering dilakukan. Sehingga setiap kader PMII mampu survive ketika berbaur dengan masyarakat, karena di sadari atau tidak kita nanti pasti akan terjun ke masyarakat. "Semua kader PMII harus siap ketika berinteraksi dengan masyarakat. Terlebih lagi, ilmu yang sudah diajarkan di PMII diharapkan bisa menjadi bekal bagi sahabat-sahabat untuk menghadapi kejolak sosial yang terjadi di masyarakat, serta bisa memberi solusi yang solutif demi melanjutkan perjuangan kita untuk kepentingan masyarakat," tandas Nur Rohman dengan penuh semangat.

Pelatihan digelar selama dua hari berturut-turut, 2 dan 3 mei. dan diikuti oleh kader PMII Komisariat Aji Saka, delegasi dari PMII Komisariat Ki Ageng Tarub dan mahasiswa STAI Grobogan. kemudian melanjutkan membuka kegiatan dengan membaca basmallah bersama-Sama, dan kemudian doa bersama.


Warta PMII Grobogan.

Salam Pergerakan

Senin, 30 Maret 2015

SEMINAR IMTAQ PEMUDA JAWA TENGAH DALAM RANGKA MENYAMBUT HARLAH PMII KE 55

Senin 30/03/2015, PENGURUS KOORDINATOR CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (Branch Coordinator Board of Indonesian Mooslem Sudents Movement) PKC PMII JATENG, mengadakan Seminar Peningkatan Keimanan dan Ketaiwaan Pemuda Jawa Tengah bertempat di Masjid Agung Semarang. Kegiatan tersebut mengambil tema “Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis”, yang di ikuti 20 Pengurus Cabang se Jawa Tengah. Tema tersebu merujuk usaha PKC Jawa Tengah untuk menghadirkan forum lintas iman yang membahas tentang urgensi Iman dan taqwa sebagai benteng keyakinan agama yang diyakini masing-masing agama. Dalam dialong tersebut Ibnu Ngakil selaku Ketua PKC PMII JATENG menegaskan bahwa "pluralisme dan toleransi menjadi hal yang penting bagi organisasi PMII dalam beragama dan bernegara serta perjuangan itu pula menjadi marwah atau ruh organisasi kita." Senada pula penyampaian Kepala Dinas Diporabupar JATENG Heri santoso M.M "Efek globalisasi merupakan hal yg tak terelakan bagi pemuda, berdampak positif mau pun negatif. Keimanan dan ketakwaan beragama menjadi salah satu benteng bagi pemuda, dan secara bernegara kita juga miliki  Empat pilar" tandasnya. karena Agama mempunyai kontribusi yang berpengaruh terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, trut claim atas nama agama seringkali dijadikan sebagai alasan kuat terjadinya konfik yang berkepanjangan. Hal ini memerlukan solusi dan perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat), dengan harapan kerusuan dan konflik tidak terjadi lagi. Kerusuhan dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama atau dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan nilai-nilai normatif yang ada dalam agama, karena setiap agama menganjurkan sikap toleransi dan kasih sayang.
@Warta PC PMII Grobogan

Rabu, 25 Maret 2015

PELANTIKAN PC PMII GROBOGAN PERIODE 2015/2016

Maksimalkan Kapasitas  Desa Sebagai Poros Perkembangan.

GROBOGAN,23 Maret 2015
Desa merupakan unsur terkecil dari pemerintahan, namun menjadi ujung
tombak keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu mahasiswa yang tergabung
dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan mengulas desa
sebagai poros perkembangan daerah, sehingga diperlukan keseriusan dalam
memaksimalkan kapasitas desa.

"Suatu negara tidak akan pernah berdiri tanpa adanya integritas dari desa
karena segala sesuatu bermuara  dari desa." Ujar ketua PMII Grobogan Intan
Yuli ,  dalam acara  pelantikan Pengurus Cabang Grobogan yang ke 11 masa
khidmat 2015/2016 di gedung NU Grobogan, Selasa (24/3) kemarin.

Acara yang bertemakan desa sebagai poros pemerintahan tersebut dihadiri
oleh berbagai mahasiswa dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah antara lain
Pati, Blora,  Kudus, Solo, Wonosobo, dan Cilacap.

Kepala Bapermas Grobogan Sanyoto melalui utusanya Kasubbag Pemerintah Desa
Achmad Oktanis mengatakan,  regulasi pemerintahan berawal dari desa. Karena
desa mempunyai asas lokalitas, dan asas wilayah sehingga mempunyai wewenang
dalam mengatur pemerintah desa untuk kesejahteraannya, selama tidak
bententangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.  "Selain
otonomi daerah desa mempunyai peran tersendiri, dalam asas lokalitas,
bahkan dalam segi pemerintahanya melalui asas wilayahnya, sehingga bisa
menentukan sendiri pengembangannya, "ujar Achmad.

Berbeda  pandangan Komisi D DPRD Jawa Tengah  Muh Zen Adv, bahwa yang
paling utama dalam memajukan desa, bersumber dari kader desa itu sendiri,
sebab berjalannya satu pemerintahan atas dasar asas yang dikelola oleh
manusia, khususnya warga setempat. "Kemajuan serta kemunduran berkutat pada
warga yang menduduki. Untuk kemajuan signifikan tentunya diperlukan
kecerdasan dan kemampuan,"  ujar  Mabinda PKC  PMII Jawa Tengah tersebut.

RUBADI ( Koran Muria )


Jumat, 02 Januari 2015

Pedagang Bingung Karena Harga BBM Naik Turun




GROBOGAN Berlakunya harga BBM  baru mulai jam 00.00 hari kamis 1 januari 2015 membuat bingung sejumalah pedagang dalam penentuan harga barang khususnya pedagang sembako dan sayur pasar Induk Purwodadi Grobogan.
Salah satu pedagang sembako Pasar Induk Purwodadi Nardi (60),  mengungkapkan kanaikan harga BBM belum berimbas ke harga sembako, karena dirinya masih mengacu harga sembako yang lama. Dia menambahkan rata-rata harga belum diturunkan, megingat penurunan harga BBM baru kemarin, seperti halnya  telur masih tetap dengan harga Rp 20 ribu/kilogram, minyak kemasan Rp 13,500/liter, untuk beras super harga Rp 11 ribu. hanya untuk cabai rawit turun, yang tadinya Rp 30 ribu, menjadi Rp 26 ribu/kilogram.
“ Harga sembako yang saya jual masih belum mengalami penurunan meski harga BBM sudah turun, itu karena penurunan harga BBM baru kemarin, tapi tidak tahu kalau satu atau dua hari kedepan”. Kata Nardi
Sedangkan Pedagang sayur yang ada di pasar sayur koplak dokar di Jalan Ahmad Yani Sariyem (64) mengatakan  naik turunnya harga bbm membuat tidak bisa menentukan harga paten sayur kepada para pelanggannya.
“Untuk saat ini saya  masih menjual sayuran dengan harga standar,  karena harga kulakan saya masih relative sama mengikuti kenaikan harga BBM minggu lalu, jika saya menjual dengan harga lebih murah dari kulakan, saya akan rugi, mau tidak mau saya pertahankan harga seperti yang kemarin.” Ujarnya
Menurut Muhammad Nurdin pedagang sayur dari Pasar Sanggrahan dalam menyingkapi masalah patokan harga baru yang terkait naik turunya harga BBM, ialah mengikuti ketentuan harga sesuai pengeluaran transportasi sedang harga sayur, dijual sedikit lebih tinggi dengan harga kulakan.
Jika memungkinkan saya akan menjual sayuran dengan harga sedang, biar pun sedikit keuntungannya asalkan cepat laku, sehingga tidak mengalami kerugian. Sebenarnya harapan dari para pedagang cukup mudah, BBM sudah dinaikan ya sudah jangan dirubah lagi, karna jika naik turun tak tentu akan memusingkan para pedagang,”  jelasnya