0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Rabu, 14 Oktober 2015

Dinkes Grobogan Tidak Serius Tangani Kematian Ibu dan Bayi !

Grobogan -10,Oktober 2015,Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tidak sesuai amanat UUD 45 pasal 34 ayat 3 yang berbunyi “Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. PC PMII Grobogan menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tidak serius menjamin kesehatan warganya, hal ini bisa di lihat melalui penganggaran yang di lakukan oleh dinas tersebut. Berdasarkan analisis angka yang di lakukan (PMII) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan, ketua bidang eksternal Didik Mahmudi mengatakan, Bahwa Dinas kesehatan tidak serius menjamin kesehatan warga grobogan, bahkan penganggaran yang telah di tetapkan pada tahun 2015 ini dengan total belanja 97,5 M sebagian besar telah habis di gunakan untuk gaji pegawai sebesar 57,5 M. Artinya uang yang di gunakan untuk menjamin kesehatan warga grobogan lebih sedikit daripada untuk menggaji pegawai, yaitu hanya sebesar 39,9 M. Hal ini sangat tidak sesuai dengan pelayanan kesehatan yang di terima warga Grobogan. Dengan anggaran gaji sebesar itu, tapi tidak di imbangi dengan pelayanan yang baik. misalkan dalam pelayanan ibu melahirkan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah cukup tinggi. Berdasarkan data Dinkes di tahun 2014, tercatat 406 bayi dibawah usia satu tahun dan 39 anak usia satu hingga lima tahun meninggal dunia. Oktober 2014, angka kematian Ibu (AKI) terhitung 102 jiwa dan 300 jiwa pada angka kematian bayi (AKB). Angka tersebut menempati peringkat ke 2 se-Jawa Tengah. Sementara pada oktober tahun 2015 ini kasus angka kematian bayi (AKB) 306 kasus dan 279 kasus angka kematian Ibu (AKI). Dari uraian di atas, program yang di lakukan dinas kesehatan grobogan belum mampu memecahkan problem pelayanan kesehatan yang baik untuk warga Kabupaten Grobogan.

Jumat, 09 Oktober 2015

MUSPIMCAB PMII Grobogan Ke-lll.. Satu Barisan Satu Cita, Satu Angkatan Satu Jiwa

Grobogan 27 November 2015,Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kab.  Grobogan di selenggarankan Musyawarah Pimpinan Cabang Kab.  Grobogan yang Ke-3. Di hadiri oleh komisariat Aji Saka yang merupakan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) dan Komisariat Ki Ageng Tarub atau mahasiwa Sekolah Tinggi  Agama Islam Wali Sembilan Semarang (SETIA WS Semarang). Acara tersebut adalah salah satu rencana kerja yang menjadi evaluasi kepengurusan. Dalam acara  tersebut  membahas evaluasi internal berkaitan kaderisasi bagaimana pengembangan wacana yang menjadi fokus, serta gerakan eksternal,Keagamaan serta gerakan KOPRI ( Kopr PMII Putri ). Sahabat Stering Comite yaitu sahabat Ahmad Harir sebagai ketua, Ahmat Sahri sebagai Sekretaris.  "Agenda tengah periode ini semoga dapat menjadi titik balik perbaikan pengurus serta mengevaluasi program-program kerja",tutur ketua panitia sahabat Afif Humam. Dalam acara tersebut terpilih pula sahabat Pujo handoyo, Didik Mahmudi serta Lia Amilia sebagai Presidium sidang.