0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Senin, 30 Maret 2015

SEMINAR IMTAQ PEMUDA JAWA TENGAH DALAM RANGKA MENYAMBUT HARLAH PMII KE 55

Senin 30/03/2015, PENGURUS KOORDINATOR CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (Branch Coordinator Board of Indonesian Mooslem Sudents Movement) PKC PMII JATENG, mengadakan Seminar Peningkatan Keimanan dan Ketaiwaan Pemuda Jawa Tengah bertempat di Masjid Agung Semarang. Kegiatan tersebut mengambil tema “Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis”, yang di ikuti 20 Pengurus Cabang se Jawa Tengah. Tema tersebu merujuk usaha PKC Jawa Tengah untuk menghadirkan forum lintas iman yang membahas tentang urgensi Iman dan taqwa sebagai benteng keyakinan agama yang diyakini masing-masing agama. Dalam dialong tersebut Ibnu Ngakil selaku Ketua PKC PMII JATENG menegaskan bahwa "pluralisme dan toleransi menjadi hal yang penting bagi organisasi PMII dalam beragama dan bernegara serta perjuangan itu pula menjadi marwah atau ruh organisasi kita." Senada pula penyampaian Kepala Dinas Diporabupar JATENG Heri santoso M.M "Efek globalisasi merupakan hal yg tak terelakan bagi pemuda, berdampak positif mau pun negatif. Keimanan dan ketakwaan beragama menjadi salah satu benteng bagi pemuda, dan secara bernegara kita juga miliki  Empat pilar" tandasnya. karena Agama mempunyai kontribusi yang berpengaruh terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, trut claim atas nama agama seringkali dijadikan sebagai alasan kuat terjadinya konfik yang berkepanjangan. Hal ini memerlukan solusi dan perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat), dengan harapan kerusuan dan konflik tidak terjadi lagi. Kerusuhan dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama atau dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan nilai-nilai normatif yang ada dalam agama, karena setiap agama menganjurkan sikap toleransi dan kasih sayang.
@Warta PC PMII Grobogan

Rabu, 25 Maret 2015

PELANTIKAN PC PMII GROBOGAN PERIODE 2015/2016

Maksimalkan Kapasitas  Desa Sebagai Poros Perkembangan.

GROBOGAN,23 Maret 2015
Desa merupakan unsur terkecil dari pemerintahan, namun menjadi ujung
tombak keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu mahasiswa yang tergabung
dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan mengulas desa
sebagai poros perkembangan daerah, sehingga diperlukan keseriusan dalam
memaksimalkan kapasitas desa.

"Suatu negara tidak akan pernah berdiri tanpa adanya integritas dari desa
karena segala sesuatu bermuara  dari desa." Ujar ketua PMII Grobogan Intan
Yuli ,  dalam acara  pelantikan Pengurus Cabang Grobogan yang ke 11 masa
khidmat 2015/2016 di gedung NU Grobogan, Selasa (24/3) kemarin.

Acara yang bertemakan desa sebagai poros pemerintahan tersebut dihadiri
oleh berbagai mahasiswa dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah antara lain
Pati, Blora,  Kudus, Solo, Wonosobo, dan Cilacap.

Kepala Bapermas Grobogan Sanyoto melalui utusanya Kasubbag Pemerintah Desa
Achmad Oktanis mengatakan,  regulasi pemerintahan berawal dari desa. Karena
desa mempunyai asas lokalitas, dan asas wilayah sehingga mempunyai wewenang
dalam mengatur pemerintah desa untuk kesejahteraannya, selama tidak
bententangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.  "Selain
otonomi daerah desa mempunyai peran tersendiri, dalam asas lokalitas,
bahkan dalam segi pemerintahanya melalui asas wilayahnya, sehingga bisa
menentukan sendiri pengembangannya, "ujar Achmad.

Berbeda  pandangan Komisi D DPRD Jawa Tengah  Muh Zen Adv, bahwa yang
paling utama dalam memajukan desa, bersumber dari kader desa itu sendiri,
sebab berjalannya satu pemerintahan atas dasar asas yang dikelola oleh
manusia, khususnya warga setempat. "Kemajuan serta kemunduran berkutat pada
warga yang menduduki. Untuk kemajuan signifikan tentunya diperlukan
kecerdasan dan kemampuan,"  ujar  Mabinda PKC  PMII Jawa Tengah tersebut.

RUBADI ( Koran Muria )