0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Tampilkan postingan dengan label PC PMII GROBOGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC PMII GROBOGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

Instruktur Partisipatoris Ala PMII


Bandungan,13 Feb 2016. Pengurus Koordonator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PKC PMII) Jawa Tengah menggelar hajatan kaderisasi. Dalam kegiatan tersebut membidik rumusan terkait kaderisasi dengan tema " Menjadi Instruktur Pertisipatoris " Dialog Kaderisasi dan Pelatihan Instruktur Wilayah PKC Jawa Tengah. Pelatihan di ikuti 20 Cabang Se-Jawa Tengah dengan jumlah peserta 60 Peserta. "Kegiatan Training of Instruktur ( TOI ) ini merupakan dalam rangka follow up Pelatihan Kader Lanjut  ( PKL ), Harapan besar sahabat-sahabat peserta menjadi pionir-pionir kaderisasi di daerah masing yang akan berimbas pada kebangkitan kaderisasi Jawa Tengah" tegas Ketua KoorCab Ibnu Ngakil. Dalam salah satu materi Sahabat Mustafid merumuskan " Bagaimana Instruktur Partisipatoris bisa  menjadi Resolusi perbedaan tanpa meniadakannya dan bagaimana Instruktur yang bisa menyederhanakan rumusan-rumusan masalah". Menjadi akhir acara di sepakati Follow Up TOI yakni: pertama pelasanaan TOI setiap Regional, kedua terkait klasifikasi peserta TOI dan terkait materi-materi TOI yang menjadi agenda kedepan.

Senin, 30 Maret 2015

SEMINAR IMTAQ PEMUDA JAWA TENGAH DALAM RANGKA MENYAMBUT HARLAH PMII KE 55

Senin 30/03/2015, PENGURUS KOORDINATOR CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (Branch Coordinator Board of Indonesian Mooslem Sudents Movement) PKC PMII JATENG, mengadakan Seminar Peningkatan Keimanan dan Ketaiwaan Pemuda Jawa Tengah bertempat di Masjid Agung Semarang. Kegiatan tersebut mengambil tema “Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis”, yang di ikuti 20 Pengurus Cabang se Jawa Tengah. Tema tersebu merujuk usaha PKC Jawa Tengah untuk menghadirkan forum lintas iman yang membahas tentang urgensi Iman dan taqwa sebagai benteng keyakinan agama yang diyakini masing-masing agama. Dalam dialong tersebut Ibnu Ngakil selaku Ketua PKC PMII JATENG menegaskan bahwa "pluralisme dan toleransi menjadi hal yang penting bagi organisasi PMII dalam beragama dan bernegara serta perjuangan itu pula menjadi marwah atau ruh organisasi kita." Senada pula penyampaian Kepala Dinas Diporabupar JATENG Heri santoso M.M "Efek globalisasi merupakan hal yg tak terelakan bagi pemuda, berdampak positif mau pun negatif. Keimanan dan ketakwaan beragama menjadi salah satu benteng bagi pemuda, dan secara bernegara kita juga miliki  Empat pilar" tandasnya. karena Agama mempunyai kontribusi yang berpengaruh terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, trut claim atas nama agama seringkali dijadikan sebagai alasan kuat terjadinya konfik yang berkepanjangan. Hal ini memerlukan solusi dan perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat), dengan harapan kerusuan dan konflik tidak terjadi lagi. Kerusuhan dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama atau dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan nilai-nilai normatif yang ada dalam agama, karena setiap agama menganjurkan sikap toleransi dan kasih sayang.
@Warta PC PMII Grobogan

Minggu, 07 September 2014

Pelantikan Anggota DPRD Kab. Grobogan Masa Bakti 2014 - 2019


Grobogan, kamis 14 Agustus 2014. Anggota DPRD Kabupaten Grobogan Periode 2014 - 2015 akan dilantik. sebanyak 50 Anggota Dewan bersumpah mengabdi selama lima tahun kedepan untuk menjalankan amanah masyarakat. anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk acara pelantikan Anggota DPRD tersebut diambi; dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Tahun Anggaran 2014.

Dana sebesar Rp 494 juta tersebut  dengan rincaian sebagai berikut : Rp 68 juta untuk Belanja Pegawai, Rp 227 juta untuk Belanja Perlengkapan, Rp 79 juta Belanja Makan dan Minum Serta Rp 119 juta untuk Belanja Pakaian Dinas dan Atributnya.
            Efektif dan efisien adalah salah satu azaz dalam penganggaran yang akan menetukan konsep kepemerintahan yang peruntukan proses pembangunan kesejahteraan masyarakat, bukan bertumpu pada kegiatan seremonial semata.
Menurut Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Grobogan Maimun Rosyid Mengatakan. “ Kami Semua ( Masyarakat Kabupaten Grobogan )  menunggu perubahan yang dilaksanakan dari para pemimpin rakyat ini, yang akan membawa kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Grobogan. Dan kami juga akan ikut dalam mengawasi kepemerintahan lima tahun kedepan”
Anggaran sebesar itu seharus dapat digunakan untuk membangun sarana dan prasarana Publik demi kepentingan masyarakat, karena hal itu lebih penting dan vital dari sekedar pelantikan Anggota DPRD.

Oleh sebab itu kami dari PMII Grobogan sangat tidak setuju jika Pelantikan Anggota Dewan menghabiskan            uang rakyat yang sangat besar, dan kami mengajak masyarakat luas untuk ada peran serta untuk mengamankan pemakaian APBD demi kemajuan yang lebih baik bagi Kabupaten Grobogan.



“ Filosofi Anggaran Adalah Oleh Dari dan Untuk Rakyat “

Warta : PMII Grobogan

Sabtu, 21 Desember 2013

Perjalanan Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Cabang Grobogan


Lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan bukannya berjalan mulus, banyak sekali hambatan dan rintangan, Grobogan yang tidak memiliki pn tinggi reguler, namun hal tersebut tidak menyurutkan gagasan para kader pergerakan untuk tetap membangun daerahnya. melihat situasi yang ada grobogan di tahun 2000, kondisi kader Nahdlatul Ulama mengalami stagnasi gerakan, dan memang tidak adanya basis komunitas pemuda Nahdlatul Ulama yang melakukan proses kaderisasi di kabupaten grobogan sebagai basis dan menjaga ideologisasi Aswaja. Melihat kondisi itu kader PMII yang memang memiliki kultur yang sama untuk menjaga ideologi aswaja maka potensi ini disikapi dengan cerdas oleh kader PMII yang saat itu mengalami proses menjadi mahasiswa dan berorganisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di luar kabupaten Grobogan.
Berawal dari niat dan tekat yang kuat beberapa tokoh pelopor yang menancapkan sejarah lahirnya PMII grobogan sebagai komitmen manifestasi gerakan dan ilmu, Oleh karena itu gagasan legalisasi organisasi senantisa muncul dan mencapai puncaknya pada tahun 2001 sahabat Solikul Hadi yang saat itu masih berproses di PMII rayon syariah IAIN walisongo melakukan turun ke basis ke daerah kelahiranya yaitu grobogan yang memiliki perguruan tinggi walaupun masih bersifat ekstensi atau kelas jauh, berawal dari sharing dengan kader lokal mahasiswa grobogan yang tidak lain adalah ketua umum pertama PMII grobogan yaitu Sahabat Agus darmaji. Konsolidasi terus dilakukan secara continue oleh sahabat agus darmaji yang bergerak di lingkup lokal kemudian juga didorong oleh sahabat Hadi yang juga melakukan konsolidasi di tingkap struktural wilayah serta dengan ijin dari ketua umum PKC PMII Jawa Tengah yang memang sangat mendukung hal tersebut melalui sahabat hendrik wicaksono. Sahabat Solikul Hadi bersama Hendrik Wicaksono dan beberapa orang dari pengurus PKC melakukan sosialisasi dengan mahasiswa lokal grobogan, agus darmaji dan lainya di masjid Jabal Khoir, pertemuan tersebut sangat disambut dengan antusiasme dari mahasiswa, Dari forum ini kemudian kemudian muncul keputusan pembentukan tim kecil untuk melakukan persiapan masa penerimaan anggota baru yang diketuai oleh sahabat agus darmaji. Akhirnya tim segera melakukan sosilalisasi di beberapa kampus, MAPABA dilaksanakan 11-13 Maret 2001 yang berjumlah 25 orang dengan basis mahasiswa  STAIN Surakarta, SETIA Wali Sembilan Semarang dan IKIP PGRI Semarang yang bertempat di aula SMA Miftahul Huda depan masjid kuripan sekaligus menetapkan status cabang PMII grobogan sebagai cabang persiapan serta mengangkat sahabat agus darmaji sebagai ketua umum PC PMII Grobogan. Pada forum MUSPIMNAS yang dilakukan PB PMII yang saat itu Sahabat Nusron wahid ketua umum PB PMII, agenda muspimnas bertempat di gedung diklat provinsi, PMII Cabang Grobogan yang yang direpresentasikan oleh agus darmaji sudah di rekomendasikan untuk jadi peserta peninjau, dalam kondisi itu forum tersebut dikonsolidasikan bersama kang hadi dan kang agus darmaji saat itu bertemu dengan sahabat harnomo PMII kudus, kusdiyanto PMII Jepara yang memang berasal dari pemuda grobogan dan sahabat lainya memang mendorong agar PMII grobogan tetap berjalan mengawal proses kaderisasi.
Bukti Sejarah PMII Grobogan
Perjalanan kepemimpinan PMII Grobogan dilakukan secara massive, pada konfercab Ke-II PMII Cabang Grobogan tahun 2002-2003 sahabat agus riyanto terpilih menjadi ketua umum, pada konfercab III terpilihlah sahabat Solikin, pada konfercab IV terpilih sahabat Ahmad Fauzi, pada Konfercab V terpilih sahabat Ali Fatah Yasin, pada Konfercab VI terpilih sahabat Solikin, pada kondisi kaderisasi belum terbentuk sistem kaderisasi yang ideal dengan indikasi belum adanya sistem kaderisasi pada tingkat Komisariat. pada konfercab VII tanggal 21 juli 2009 terpilih sahabat Asnawi, pada zaman kepemimpinannya digagas pendirian Komisariat Ki Ageng Tarub dengan basis dari kampus Setia Wali Sembilan Semarang Cabang Purwodadi dalam rangka mengejawantahkan internalisasi produk hukum PMII, kemudian tangggal 14 Februari 2010 pada konfercab VIII tanggal 25 Desember 2010 terpilih sahabat Miftahul Babil Yasar. Pada masa kepemimpinannya digagas pendirian komisariat yang berbasis pada kampus STAI Grobogan yang baru didirikan pada tahun tersebut yang kemudian lahir nama Komisariat Ajisaka. Pada Konferensi Cabang Ke-IX tanggal 20 Mei 2012 estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh sahabat Suwiknyo dengan konsentrasi gerakan berbasis intelektual kemudian lahirlah Forum Study Anggaran Daerah yang memiliki cita-cita perubahan melalui segmen perencanaan alokasi anggaran. Dan 25 Nopember 2013, periode ke X tampuk kepemimpinan di lanjutkan Oleh sahabat Maimun Rosyid, Pada masa ini pengembangan kajian pengangaran daerah penjadi issu strategis bahwa PMII Grobogan menjadi patner kritis Pemerintah Daerah bahwasanya penerapan filosofi anggaran " Dari Oleh Untuk Rakyat" menjadi spirit dalam pengawalan.
Demikian adalah gambaran perjalanan singkat kaderisasi PMII grobogan, namun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan sejarah ini sehingga kami akan tetap terbuka pada kritik dan saran yang membangun bagi kami. semoga dapat bermanfaat bagi para kader dalam meneruskan perjuangannya dalam menjalankan roda organisasi tanpa harus melupakan sejarah para pendahulunya dalam lingkup lokal maupun nasional. Amin