0

Sabtu, 21 Desember 2013

Perjalanan Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Cabang Grobogan


Lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan bukannya berjalan mulus, banyak sekali hambatan dan rintangan, Grobogan yang tidak memiliki pn tinggi reguler, namun hal tersebut tidak menyurutkan gagasan para kader pergerakan untuk tetap membangun daerahnya. melihat situasi yang ada grobogan di tahun 2000, kondisi kader Nahdlatul Ulama mengalami stagnasi gerakan, dan memang tidak adanya basis komunitas pemuda Nahdlatul Ulama yang melakukan proses kaderisasi di kabupaten grobogan sebagai basis dan menjaga ideologisasi Aswaja. Melihat kondisi itu kader PMII yang memang memiliki kultur yang sama untuk menjaga ideologi aswaja maka potensi ini disikapi dengan cerdas oleh kader PMII yang saat itu mengalami proses menjadi mahasiswa dan berorganisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di luar kabupaten Grobogan.
Berawal dari niat dan tekat yang kuat beberapa tokoh pelopor yang menancapkan sejarah lahirnya PMII grobogan sebagai komitmen manifestasi gerakan dan ilmu, Oleh karena itu gagasan legalisasi organisasi senantisa muncul dan mencapai puncaknya pada tahun 2001 sahabat Solikul Hadi yang saat itu masih berproses di PMII rayon syariah IAIN walisongo melakukan turun ke basis ke daerah kelahiranya yaitu grobogan yang memiliki perguruan tinggi walaupun masih bersifat ekstensi atau kelas jauh, berawal dari sharing dengan kader lokal mahasiswa grobogan yang tidak lain adalah ketua umum pertama PMII grobogan yaitu Sahabat Agus darmaji. Konsolidasi terus dilakukan secara continue oleh sahabat agus darmaji yang bergerak di lingkup lokal kemudian juga didorong oleh sahabat Hadi yang juga melakukan konsolidasi di tingkap struktural wilayah serta dengan ijin dari ketua umum PKC PMII Jawa Tengah yang memang sangat mendukung hal tersebut melalui sahabat hendrik wicaksono. Sahabat Solikul Hadi bersama Hendrik Wicaksono dan beberapa orang dari pengurus PKC melakukan sosialisasi dengan mahasiswa lokal grobogan, agus darmaji dan lainya di masjid Jabal Khoir, pertemuan tersebut sangat disambut dengan antusiasme dari mahasiswa, Dari forum ini kemudian kemudian muncul keputusan pembentukan tim kecil untuk melakukan persiapan masa penerimaan anggota baru yang diketuai oleh sahabat agus darmaji. Akhirnya tim segera melakukan sosilalisasi di beberapa kampus, MAPABA dilaksanakan 11-13 Maret 2001 yang berjumlah 25 orang dengan basis mahasiswa  STAIN Surakarta, SETIA Wali Sembilan Semarang dan IKIP PGRI Semarang yang bertempat di aula SMA Miftahul Huda depan masjid kuripan sekaligus menetapkan status cabang PMII grobogan sebagai cabang persiapan serta mengangkat sahabat agus darmaji sebagai ketua umum PC PMII Grobogan. Pada forum MUSPIMNAS yang dilakukan PB PMII yang saat itu Sahabat Nusron wahid ketua umum PB PMII, agenda muspimnas bertempat di gedung diklat provinsi, PMII Cabang Grobogan yang yang direpresentasikan oleh agus darmaji sudah di rekomendasikan untuk jadi peserta peninjau, dalam kondisi itu forum tersebut dikonsolidasikan bersama kang hadi dan kang agus darmaji saat itu bertemu dengan sahabat harnomo PMII kudus, kusdiyanto PMII Jepara yang memang berasal dari pemuda grobogan dan sahabat lainya memang mendorong agar PMII grobogan tetap berjalan mengawal proses kaderisasi.
Bukti Sejarah PMII Grobogan
Perjalanan kepemimpinan PMII Grobogan dilakukan secara massive, pada konfercab Ke-II PMII Cabang Grobogan tahun 2002-2003 sahabat agus riyanto terpilih menjadi ketua umum, pada konfercab III terpilihlah sahabat Solikin, pada konfercab IV terpilih sahabat Ahmad Fauzi, pada Konfercab V terpilih sahabat Ali Fatah Yasin, pada Konfercab VI terpilih sahabat Solikin, pada kondisi kaderisasi belum terbentuk sistem kaderisasi yang ideal dengan indikasi belum adanya sistem kaderisasi pada tingkat Komisariat. pada konfercab VII tanggal 21 juli 2009 terpilih sahabat Asnawi, pada zaman kepemimpinannya digagas pendirian Komisariat Ki Ageng Tarub dengan basis dari kampus Setia Wali Sembilan Semarang Cabang Purwodadi dalam rangka mengejawantahkan internalisasi produk hukum PMII, kemudian tangggal 14 Februari 2010 pada konfercab VIII tanggal 25 Desember 2010 terpilih sahabat Miftahul Babil Yasar. Pada masa kepemimpinannya digagas pendirian komisariat yang berbasis pada kampus STAI Grobogan yang baru didirikan pada tahun tersebut yang kemudian lahir nama Komisariat Ajisaka. Pada Konferensi Cabang Ke-IX tanggal 20 Mei 2012 estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh sahabat Suwiknyo dengan konsentrasi gerakan berbasis intelektual kemudian lahirlah Forum Study Anggaran Daerah yang memiliki cita-cita perubahan melalui segmen perencanaan alokasi anggaran. Dan 25 Nopember 2013, periode ke X tampuk kepemimpinan di lanjutkan Oleh sahabat Maimun Rosyid, Pada masa ini pengembangan kajian pengangaran daerah penjadi issu strategis bahwa PMII Grobogan menjadi patner kritis Pemerintah Daerah bahwasanya penerapan filosofi anggaran " Dari Oleh Untuk Rakyat" menjadi spirit dalam pengawalan.
Demikian adalah gambaran perjalanan singkat kaderisasi PMII grobogan, namun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan sejarah ini sehingga kami akan tetap terbuka pada kritik dan saran yang membangun bagi kami. semoga dapat bermanfaat bagi para kader dalam meneruskan perjuangannya dalam menjalankan roda organisasi tanpa harus melupakan sejarah para pendahulunya dalam lingkup lokal maupun nasional. Amin

0 komentar:

Posting Komentar