Lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan bukannya
berjalan mulus, banyak sekali hambatan dan rintangan, Grobogan yang tidak
memiliki pn tinggi reguler, namun hal tersebut tidak menyurutkan gagasan
para kader pergerakan untuk tetap membangun daerahnya. melihat situasi yang ada
grobogan di tahun 2000, kondisi kader Nahdlatul Ulama mengalami stagnasi
gerakan, dan memang tidak adanya basis komunitas pemuda Nahdlatul Ulama yang melakukan
proses kaderisasi di kabupaten grobogan sebagai basis dan menjaga ideologisasi Aswaja.
Melihat kondisi itu kader PMII yang memang memiliki kultur yang sama untuk
menjaga ideologi aswaja maka potensi ini disikapi dengan cerdas oleh kader PMII
yang saat itu mengalami proses menjadi mahasiswa dan berorganisasi di Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia di luar kabupaten Grobogan.
Berawal dari niat dan tekat yang kuat beberapa tokoh pelopor yang
menancapkan sejarah lahirnya PMII grobogan sebagai komitmen manifestasi gerakan
dan ilmu, Oleh karena itu gagasan legalisasi organisasi senantisa muncul dan
mencapai puncaknya pada
tahun 2001 sahabat Solikul Hadi yang saat itu masih berproses di
PMII rayon syariah IAIN walisongo melakukan turun ke basis ke daerah
kelahiranya yaitu grobogan yang memiliki perguruan tinggi walaupun masih
bersifat ekstensi atau kelas jauh, berawal dari sharing dengan kader lokal
mahasiswa grobogan yang tidak lain adalah ketua umum pertama PMII grobogan
yaitu Sahabat Agus darmaji. Konsolidasi terus dilakukan secara continue oleh
sahabat agus darmaji yang bergerak di lingkup lokal kemudian juga didorong oleh
sahabat Hadi yang juga melakukan konsolidasi di tingkap struktural wilayah serta
dengan ijin dari ketua umum PKC PMII Jawa Tengah yang memang sangat mendukung
hal tersebut melalui sahabat hendrik wicaksono. Sahabat Solikul Hadi bersama
Hendrik Wicaksono dan beberapa orang dari pengurus PKC melakukan sosialisasi dengan
mahasiswa lokal grobogan, agus darmaji dan lainya di masjid Jabal Khoir, pertemuan
tersebut sangat disambut dengan antusiasme dari mahasiswa, Dari forum ini kemudian
kemudian muncul keputusan pembentukan tim kecil untuk melakukan
persiapan masa penerimaan anggota baru yang diketuai oleh sahabat agus darmaji.
Akhirnya tim segera melakukan sosilalisasi di beberapa kampus, MAPABA
dilaksanakan 11-13 Maret 2001 yang berjumlah 25 orang dengan basis
mahasiswa STAIN Surakarta, SETIA Wali Sembilan
Semarang dan IKIP PGRI Semarang yang bertempat di aula SMA Miftahul Huda depan masjid
kuripan sekaligus menetapkan status cabang PMII grobogan sebagai cabang
persiapan serta mengangkat sahabat agus darmaji sebagai ketua umum PC PMII
Grobogan. Pada forum MUSPIMNAS yang dilakukan PB PMII yang saat itu Sahabat Nusron
wahid ketua umum PB PMII, agenda muspimnas bertempat di gedung diklat provinsi,
PMII Cabang Grobogan yang yang direpresentasikan oleh agus darmaji sudah di
rekomendasikan untuk jadi peserta peninjau, dalam kondisi itu forum tersebut
dikonsolidasikan bersama kang hadi dan kang agus darmaji saat itu bertemu
dengan sahabat harnomo PMII kudus, kusdiyanto PMII Jepara yang memang berasal
dari pemuda grobogan dan sahabat lainya memang mendorong agar PMII grobogan
tetap berjalan mengawal proses kaderisasi.
| Bukti Sejarah PMII Grobogan |
Perjalanan kepemimpinan PMII Grobogan dilakukan secara massive, pada
konfercab Ke-II PMII Cabang Grobogan tahun 2002-2003 sahabat agus riyanto
terpilih menjadi ketua umum, pada konfercab III terpilihlah sahabat Solikin,
pada konfercab IV terpilih sahabat Ahmad Fauzi, pada Konfercab V terpilih
sahabat Ali Fatah Yasin, pada Konfercab VI terpilih sahabat Solikin, pada
kondisi kaderisasi belum terbentuk sistem kaderisasi yang ideal dengan indikasi
belum adanya sistem kaderisasi pada tingkat Komisariat. pada konfercab VII tanggal
21 juli 2009 terpilih sahabat Asnawi, pada zaman kepemimpinannya digagas
pendirian Komisariat Ki Ageng Tarub dengan basis dari kampus Setia Wali Sembilan
Semarang Cabang Purwodadi dalam rangka mengejawantahkan internalisasi produk
hukum PMII, kemudian tangggal 14 Februari 2010 pada konfercab VIII tanggal 25
Desember 2010 terpilih sahabat Miftahul Babil Yasar. Pada masa kepemimpinannya digagas
pendirian komisariat yang berbasis pada kampus STAI Grobogan yang baru
didirikan pada tahun tersebut yang kemudian lahir nama Komisariat Ajisaka. Pada
Konferensi Cabang Ke-IX tanggal 20 Mei 2012 estafet kepemimpinan dilanjutkan
oleh sahabat Suwiknyo dengan konsentrasi gerakan berbasis intelektual kemudian
lahirlah Forum Study Anggaran Daerah yang memiliki cita-cita perubahan melalui
segmen perencanaan alokasi anggaran. Dan 25 Nopember 2013, periode ke X tampuk kepemimpinan di lanjutkan Oleh sahabat Maimun Rosyid, Pada masa ini pengembangan kajian pengangaran daerah penjadi issu strategis bahwa PMII Grobogan menjadi patner kritis Pemerintah Daerah bahwasanya penerapan filosofi anggaran " Dari Oleh Untuk Rakyat" menjadi spirit dalam pengawalan.
Demikian
adalah gambaran perjalanan singkat kaderisasi PMII grobogan, namun kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan sejarah ini sehingga
kami akan tetap terbuka pada kritik dan saran yang membangun bagi kami. semoga
dapat bermanfaat bagi para kader dalam meneruskan perjuangannya dalam
menjalankan roda organisasi tanpa harus melupakan sejarah para pendahulunya
dalam lingkup lokal maupun nasional. Amin






0 komentar:
Posting Komentar