Maksimalkan Kapasitas Desa Sebagai Poros Perkembangan.
GROBOGAN,23 Maret 2015
Desa merupakan unsur terkecil dari pemerintahan, namun menjadi ujung
tombak keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu mahasiswa yang tergabung
dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan mengulas desa
sebagai poros perkembangan daerah, sehingga diperlukan keseriusan dalam
memaksimalkan kapasitas desa.
"Suatu negara tidak akan pernah berdiri tanpa adanya integritas dari desa
karena segala sesuatu bermuara dari desa." Ujar ketua PMII Grobogan Intan
Yuli , dalam acara pelantikan Pengurus Cabang Grobogan yang ke 11 masa
khidmat 2015/2016 di gedung NU Grobogan, Selasa (24/3) kemarin.
Acara yang bertemakan desa sebagai poros pemerintahan tersebut dihadiri
oleh berbagai mahasiswa dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah antara lain
Pati, Blora, Kudus, Solo, Wonosobo, dan Cilacap.
Kepala Bapermas Grobogan Sanyoto melalui utusanya Kasubbag Pemerintah Desa
Achmad Oktanis mengatakan, regulasi pemerintahan berawal dari desa. Karena
desa mempunyai asas lokalitas, dan asas wilayah sehingga mempunyai wewenang
dalam mengatur pemerintah desa untuk kesejahteraannya, selama tidak
bententangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. "Selain
otonomi daerah desa mempunyai peran tersendiri, dalam asas lokalitas,
bahkan dalam segi pemerintahanya melalui asas wilayahnya, sehingga bisa
menentukan sendiri pengembangannya, "ujar Achmad.
Berbeda pandangan Komisi D DPRD Jawa Tengah Muh Zen Adv, bahwa yang
paling utama dalam memajukan desa, bersumber dari kader desa itu sendiri,
sebab berjalannya satu pemerintahan atas dasar asas yang dikelola oleh
manusia, khususnya warga setempat. "Kemajuan serta kemunduran berkutat pada
warga yang menduduki. Untuk kemajuan signifikan tentunya diperlukan
kecerdasan dan kemampuan," ujar Mabinda PKC PMII Jawa Tengah tersebut.
RUBADI ( Koran Muria )






0 komentar:
Posting Komentar