GROBOGAN Berlakunya harga
BBM baru mulai jam 00.00 hari kamis 1 januari 2015
membuat bingung sejumalah pedagang dalam penentuan harga barang khususnya
pedagang sembako dan sayur pasar Induk Purwodadi Grobogan.
Salah satu pedagang sembako Pasar Induk
Purwodadi Nardi (60), mengungkapkan
kanaikan harga BBM belum berimbas ke harga sembako, karena dirinya masih
mengacu harga sembako yang lama. Dia menambahkan rata-rata harga belum
diturunkan, megingat penurunan harga BBM baru kemarin, seperti halnya telur masih tetap dengan harga Rp 20
ribu/kilogram, minyak kemasan Rp 13,500/liter, untuk beras super harga Rp 11
ribu. hanya untuk cabai rawit turun, yang tadinya Rp 30 ribu, menjadi Rp 26
ribu/kilogram.
“ Harga sembako yang saya jual masih belum
mengalami penurunan meski harga BBM sudah turun, itu karena penurunan harga BBM
baru kemarin, tapi tidak tahu kalau satu atau dua hari kedepan”. Kata Nardi
Sedangkan Pedagang sayur yang ada di pasar
sayur koplak dokar di Jalan Ahmad Yani Sariyem (64) mengatakan naik turunnya harga bbm membuat tidak bisa menentukan
harga paten sayur kepada para pelanggannya.
“Untuk saat ini saya masih menjual sayuran dengan harga standar, karena harga kulakan saya masih relative sama
mengikuti kenaikan harga BBM minggu lalu, jika saya menjual dengan harga lebih murah
dari kulakan, saya akan rugi, mau tidak mau saya pertahankan harga seperti yang
kemarin.” Ujarnya
Menurut Muhammad Nurdin pedagang sayur dari
Pasar Sanggrahan dalam menyingkapi masalah patokan harga baru yang terkait naik
turunya harga BBM, ialah mengikuti ketentuan harga sesuai pengeluaran
transportasi sedang harga sayur, dijual sedikit lebih tinggi dengan harga
kulakan.
” Jika
memungkinkan saya akan menjual sayuran
dengan harga
sedang, biar pun sedikit keuntungannya asalkan
cepat laku,
sehingga tidak mengalami kerugian. Sebenarnya harapan dari para pedagang cukup
mudah, BBM sudah dinaikan ya sudah jangan dirubah lagi, karna jika naik turun tak
tentu akan memusingkan para pedagang,” jelasnya






0 komentar:
Posting Komentar