0

Jumat, 02 Januari 2015

Pedagang Bingung Karena Harga BBM Naik Turun




GROBOGAN Berlakunya harga BBM  baru mulai jam 00.00 hari kamis 1 januari 2015 membuat bingung sejumalah pedagang dalam penentuan harga barang khususnya pedagang sembako dan sayur pasar Induk Purwodadi Grobogan.
Salah satu pedagang sembako Pasar Induk Purwodadi Nardi (60),  mengungkapkan kanaikan harga BBM belum berimbas ke harga sembako, karena dirinya masih mengacu harga sembako yang lama. Dia menambahkan rata-rata harga belum diturunkan, megingat penurunan harga BBM baru kemarin, seperti halnya  telur masih tetap dengan harga Rp 20 ribu/kilogram, minyak kemasan Rp 13,500/liter, untuk beras super harga Rp 11 ribu. hanya untuk cabai rawit turun, yang tadinya Rp 30 ribu, menjadi Rp 26 ribu/kilogram.
“ Harga sembako yang saya jual masih belum mengalami penurunan meski harga BBM sudah turun, itu karena penurunan harga BBM baru kemarin, tapi tidak tahu kalau satu atau dua hari kedepan”. Kata Nardi
Sedangkan Pedagang sayur yang ada di pasar sayur koplak dokar di Jalan Ahmad Yani Sariyem (64) mengatakan  naik turunnya harga bbm membuat tidak bisa menentukan harga paten sayur kepada para pelanggannya.
“Untuk saat ini saya  masih menjual sayuran dengan harga standar,  karena harga kulakan saya masih relative sama mengikuti kenaikan harga BBM minggu lalu, jika saya menjual dengan harga lebih murah dari kulakan, saya akan rugi, mau tidak mau saya pertahankan harga seperti yang kemarin.” Ujarnya
Menurut Muhammad Nurdin pedagang sayur dari Pasar Sanggrahan dalam menyingkapi masalah patokan harga baru yang terkait naik turunya harga BBM, ialah mengikuti ketentuan harga sesuai pengeluaran transportasi sedang harga sayur, dijual sedikit lebih tinggi dengan harga kulakan.
Jika memungkinkan saya akan menjual sayuran dengan harga sedang, biar pun sedikit keuntungannya asalkan cepat laku, sehingga tidak mengalami kerugian. Sebenarnya harapan dari para pedagang cukup mudah, BBM sudah dinaikan ya sudah jangan dirubah lagi, karna jika naik turun tak tentu akan memusingkan para pedagang,”  jelasnya

0 komentar:

Posting Komentar