0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Minggu, 14 Juni 2015

PMII Grobogan, Tuan Rumah PKL Se-JATENG

Selasa, 26 Mei 2015
PMII Gelar PKL di Gubug

Ponpes Miftahul Huda, Gubug, Grobogan- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dengan tema “Menyusun Kekuatan Menuju Perubahan”  oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII)  Jawa Tengah di Pondok pesantren Miftahul Huda Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Dalam pembukaan tersebut Ketua PKC PMII Jawa Tengah Ibnu Ngakil mengatakan, akar sejarah PMII adalah pondok pesantren, sedang pancasila merupakan ideology final, sehingga PMII harus siap menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI. “Jika seorang PMII tidak faham idiologi, sejarah, aturan serta tujuan maka kader tersebut belum layak disebut sebagai kader PMII,” ujar Ibnu Akil kemarin.
Hadir dalam acara PKL, Pengurus Besar PMII, PKC Jateng, 20 Pengurus Cabang se-Jawa Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Sri Sumarni, Wakil DPRD HM Nurwibowo dan Komisi E Edy Maryono  serta dari Polres Grobogan Kabag Sumda Kompol Andi Wahyono. Dalam acara pembukaan, Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding menyampaikan sosialisasi 4 pilar, yang kemudian diulas komisi III DPR RI A Malik Haramain yang merupakan mantan Ketua PB PMII 2003-2005.
“Bagi PMII ideology  Islam Ahli sunnah Wal jamah serta islam rahmatal lil alamin  adalah ideology yang paling mendasar bagi Indonesia. Selain itu pemahaman Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika bagi PMII harus dimiliki setiap kader,” jelas Malik Haramain.

Jumat, 15 Mei 2015

Semprot-semprotan Pilok Sambil Tunggu Hasil Pengumuman.



PegeyeNews - Pengumuman kelulusan atas pencapaian hasil Ujian Nasional Tingkat SLTA sederajad yang digelar pada sore ini, jumat (15/5). Walaupun belum tahu kepastian akan kelulusan mereka, para siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Purwodadi sudah sorak-sorak gembira merayakan moment ini.

sore ini tepatnya di depan SMAN 1 Purwodadi, sambil menunggu kepastian apakah mereka lulus atau tidak, mereka lampiaskan melampiaskan dengan saling semprot pilok, membubuhkan tanda tangan di atas seragam putih abu-abu yang sering mereka pakai, sampai foto bareng ataupun selfie.

salah siswa SMAN 1 Purwodadi, Bagus Prasetyo mengatahan, pengumuman sudah di mulai pada jam 15.00WIB tadi,  dan sampe sekarang belum mengetahui hasil dari pengumuman.

"Walaupun belum mengetahui pasti, saya dan jeman mencurahkan kegemberian atas moment ini, " tandasnya sambil menandatangani baju temannya.

Sabtu, 02 Mei 2015

Peringati HARDIKNAS, PMII Komisariat Aji Saka STAIG Gelar Training Of Publik Speaking

PMII GROBOGAN - Pendidikan merupakan salah satu barometer bagaimana manusia dihargai oleh manusia lain. Dengan pendidikan pula, manusia akan mencerna berbagai macam ilmu, baik ilmu produk jadi (agama, sosial,  politik, ekonomi, dll), untuk meningkatkan daya intelektual. dengan bekal tersebut, maka tidak hal yang mustahil bagi mereka (orang yang berilmu) untuk bisa menemukan ilmu-ilmu baru yang belum ditemukan para pemikir terdahulu.

Dengan secarik hasrat tersebut, maka Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Aji Saka Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) menggelar Pelatihan Training Of Publik Speaking di MA Futukhiah Jeketro,  Gubug, Sabtu 02 Mei 2015. Pelatihan tersebut juga sebagai hiroh dari sahabat-sahabat pengurus komisariat Aji saka untuk memperingati Hari Pendidikan Nasiaonal, dengan Cara menyelenggarakan kegiatan yang mendukung majunya pendidikan, sehingga tidak dengan ceremonial saja kita memaknai hari pendidikan nasional.

Ketua PMII Komisariat Aji saka, sahabat Rinduan mengatakan, munculnya gagasan untuk menyelenggarakan kegiatan ini karena dinilai akan sangat bermanfaat bagi setiap kader yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Pelatihan ini digelar karena memang dalam mata perkuliyahan tidak diajarkan hal seperti ini, sehingga tidak jarang ditemukan mahasiswa yang gagap ketika berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga diharapkan dari output kegiatan ini, para mahasiswa kususnya mahasiswa yang tergabung dalam PMII mampu melakukan pulic speaking pada dunia kampus maupun dalam masyarakat," pungkas sahabat Rinduan didampingi pengurus Komisariat Aji Saka yang lain.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Cabang PMII Grobogan, sahabat Nur Rohmah mengatakan, sangat bangga ketika komisariat tetap semangat melakukan kegiatan-kegitan yang mampu meningkatkan SDM dari setiap kader dilevel komisariat. Untuk itu kegiatan pelatihan-pelatihan seperti ini harus sering dilakukan. Sehingga setiap kader PMII mampu survive ketika berbaur dengan masyarakat, karena di sadari atau tidak kita nanti pasti akan terjun ke masyarakat. "Semua kader PMII harus siap ketika berinteraksi dengan masyarakat. Terlebih lagi, ilmu yang sudah diajarkan di PMII diharapkan bisa menjadi bekal bagi sahabat-sahabat untuk menghadapi kejolak sosial yang terjadi di masyarakat, serta bisa memberi solusi yang solutif demi melanjutkan perjuangan kita untuk kepentingan masyarakat," tandas Nur Rohman dengan penuh semangat.

Pelatihan digelar selama dua hari berturut-turut, 2 dan 3 mei. dan diikuti oleh kader PMII Komisariat Aji Saka, delegasi dari PMII Komisariat Ki Ageng Tarub dan mahasiswa STAI Grobogan. kemudian melanjutkan membuka kegiatan dengan membaca basmallah bersama-Sama, dan kemudian doa bersama.


Warta PMII Grobogan.

Salam Pergerakan

Senin, 30 Maret 2015

SEMINAR IMTAQ PEMUDA JAWA TENGAH DALAM RANGKA MENYAMBUT HARLAH PMII KE 55

Senin 30/03/2015, PENGURUS KOORDINATOR CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (Branch Coordinator Board of Indonesian Mooslem Sudents Movement) PKC PMII JATENG, mengadakan Seminar Peningkatan Keimanan dan Ketaiwaan Pemuda Jawa Tengah bertempat di Masjid Agung Semarang. Kegiatan tersebut mengambil tema “Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis”, yang di ikuti 20 Pengurus Cabang se Jawa Tengah. Tema tersebu merujuk usaha PKC Jawa Tengah untuk menghadirkan forum lintas iman yang membahas tentang urgensi Iman dan taqwa sebagai benteng keyakinan agama yang diyakini masing-masing agama. Dalam dialong tersebut Ibnu Ngakil selaku Ketua PKC PMII JATENG menegaskan bahwa "pluralisme dan toleransi menjadi hal yang penting bagi organisasi PMII dalam beragama dan bernegara serta perjuangan itu pula menjadi marwah atau ruh organisasi kita." Senada pula penyampaian Kepala Dinas Diporabupar JATENG Heri santoso M.M "Efek globalisasi merupakan hal yg tak terelakan bagi pemuda, berdampak positif mau pun negatif. Keimanan dan ketakwaan beragama menjadi salah satu benteng bagi pemuda, dan secara bernegara kita juga miliki  Empat pilar" tandasnya. karena Agama mempunyai kontribusi yang berpengaruh terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, trut claim atas nama agama seringkali dijadikan sebagai alasan kuat terjadinya konfik yang berkepanjangan. Hal ini memerlukan solusi dan perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat), dengan harapan kerusuan dan konflik tidak terjadi lagi. Kerusuhan dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama atau dengan alasan apapun sangat bertentangan dengan nilai-nilai normatif yang ada dalam agama, karena setiap agama menganjurkan sikap toleransi dan kasih sayang.
@Warta PC PMII Grobogan

Rabu, 25 Maret 2015

PELANTIKAN PC PMII GROBOGAN PERIODE 2015/2016

Maksimalkan Kapasitas  Desa Sebagai Poros Perkembangan.

GROBOGAN,23 Maret 2015
Desa merupakan unsur terkecil dari pemerintahan, namun menjadi ujung
tombak keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu mahasiswa yang tergabung
dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan mengulas desa
sebagai poros perkembangan daerah, sehingga diperlukan keseriusan dalam
memaksimalkan kapasitas desa.

"Suatu negara tidak akan pernah berdiri tanpa adanya integritas dari desa
karena segala sesuatu bermuara  dari desa." Ujar ketua PMII Grobogan Intan
Yuli ,  dalam acara  pelantikan Pengurus Cabang Grobogan yang ke 11 masa
khidmat 2015/2016 di gedung NU Grobogan, Selasa (24/3) kemarin.

Acara yang bertemakan desa sebagai poros pemerintahan tersebut dihadiri
oleh berbagai mahasiswa dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah antara lain
Pati, Blora,  Kudus, Solo, Wonosobo, dan Cilacap.

Kepala Bapermas Grobogan Sanyoto melalui utusanya Kasubbag Pemerintah Desa
Achmad Oktanis mengatakan,  regulasi pemerintahan berawal dari desa. Karena
desa mempunyai asas lokalitas, dan asas wilayah sehingga mempunyai wewenang
dalam mengatur pemerintah desa untuk kesejahteraannya, selama tidak
bententangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.  "Selain
otonomi daerah desa mempunyai peran tersendiri, dalam asas lokalitas,
bahkan dalam segi pemerintahanya melalui asas wilayahnya, sehingga bisa
menentukan sendiri pengembangannya, "ujar Achmad.

Berbeda  pandangan Komisi D DPRD Jawa Tengah  Muh Zen Adv, bahwa yang
paling utama dalam memajukan desa, bersumber dari kader desa itu sendiri,
sebab berjalannya satu pemerintahan atas dasar asas yang dikelola oleh
manusia, khususnya warga setempat. "Kemajuan serta kemunduran berkutat pada
warga yang menduduki. Untuk kemajuan signifikan tentunya diperlukan
kecerdasan dan kemampuan,"  ujar  Mabinda PKC  PMII Jawa Tengah tersebut.

RUBADI ( Koran Muria )