0

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan PC PMII Kab. Grobogan Masa Kitmad 2013-2014. PMII Kab. Grobogan

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Turun Jalan Menuntut Penuntasan Kasus-Kasus Korupsi Di Kabupaten Grobogan. PMII Kab. Grobogan.

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Aksi Sosial Peduli Anak Yatim

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Grobogan Masa Kitmad 2015-2016

Dokumentasi PMII Kab. Grobogan

Bakti Sosial Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H

Sabtu, 02 April 2016

Perempuan PMII BerTansformasi

Purwodadi-24/3/16. Korps Pergerakan Islam Indonesia mengadalan Sekolah Islam Gender (SIG). Dalam sekolah tersebut mengusung tema “traformasi 3 M Macak,Manak, Masak menjadi Maju Makoryo, Mimpin”. Tepat nya di sekretaiat PC PMII Kab. Grobogan jalan Bangunharjo gang 3 kuripan purwodadi. Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja dari KOPRI Korps PMII Putri, yang merupakan Badan Semi Otonom dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan. Salah pemateri Tri Indah Widyastuti, SE.,S.Pd,.M.Pd Ketua Fatayat Nahdlatu Ulama Cabang Grobogan pemaparkan” Bahwa Keteraan Perempuan dalam Alquran, Hadist dan fiqh. Islam datang adalah penyelamat harkat dan mertabat perempuan, dan tokoh feminisme sejati adalah Rasullah Saw” papar Indah. Lebih lanjaut ketua KOPRI Dest Nurul Fajri menegaskan “ SIG merupan prodak baru dari kaderisasi Pengurus Besar, dan tujuan dari SIG adal membentuk kader yang Muktakidah yang mampu menerjemahkan dealegtika agama yang konstektual,tegas nya.

Aswaja Pergerakan

Grobogan,  1 maret 2016, tepatnya di dusun Ngantru Kecamatan Tawangharjo keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan lapanan Aswaja. Acara tersebut di koordinatori oleh wakil ketua lll atau keagamaan Hasan Mubarok berjalan dengan hikmat.  Lapanan Aswaja tersebut sekaligus tasyakuran pernikahan sahabat Catur Awang dan Robi' Asyari dan empat bulan kandungan sahabat Catur Awang. Acara tersebut di isi dengan pembukaan, tahlil, dan di akhiri dengan diskusi panel oleh sahabat Rinduwan, Tri Agus Utomo dan Ahmat Sahri. Rinduwan yang kemarin(25-28/3/16) mengikuti Pelatiahn Kader Lanjut di wonosobo, memaparkan bahwa saat ini PMII bulan hanya bergulat pada Manhajul Fiqr ( metode berfikir ) tetapi juag Manhajul Ilmi ( metode keilmuan ) serta Manhajul Harakah ( metode gerakan),tutur rindu. Sedang Sahabat tomo menjelaskan " gerakan PMII harus bertumpu pada alim ulama yang dari zamam penjajahan juga ikut mempertahankan NKRI bukti nya tentang Resolusi Jihad oleh KH.  Hasyim Asyari.  Sedang sahabat Ahmat Syahri bertolak pada internal  gerakan "bahwa PMII di ibaratkan satu pohon yang saling berkaitan yang seharusnya saling menguatkan,"tegas sahri.

Jumat, 12 Februari 2016

Instruktur Partisipatoris Ala PMII


Bandungan,13 Feb 2016. Pengurus Koordonator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PKC PMII) Jawa Tengah menggelar hajatan kaderisasi. Dalam kegiatan tersebut membidik rumusan terkait kaderisasi dengan tema " Menjadi Instruktur Pertisipatoris " Dialog Kaderisasi dan Pelatihan Instruktur Wilayah PKC Jawa Tengah. Pelatihan di ikuti 20 Cabang Se-Jawa Tengah dengan jumlah peserta 60 Peserta. "Kegiatan Training of Instruktur ( TOI ) ini merupakan dalam rangka follow up Pelatihan Kader Lanjut  ( PKL ), Harapan besar sahabat-sahabat peserta menjadi pionir-pionir kaderisasi di daerah masing yang akan berimbas pada kebangkitan kaderisasi Jawa Tengah" tegas Ketua KoorCab Ibnu Ngakil. Dalam salah satu materi Sahabat Mustafid merumuskan " Bagaimana Instruktur Partisipatoris bisa  menjadi Resolusi perbedaan tanpa meniadakannya dan bagaimana Instruktur yang bisa menyederhanakan rumusan-rumusan masalah". Menjadi akhir acara di sepakati Follow Up TOI yakni: pertama pelasanaan TOI setiap Regional, kedua terkait klasifikasi peserta TOI dan terkait materi-materi TOI yang menjadi agenda kedepan.

Rabu, 09 Desember 2015

Dua Komisariat PMII Grobogan Adakan MAPABA

Grobogan,-4 Desember 2015. Dua komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Kab. Grobogan telah mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA),Komisariat Ajisaka dan Ki Ageng Tarub. MAPABA tersebut menjadi pintu awal sahabat-sahabat (sapaan bagi anggota PMII) dalam prosesi kaderisasi formal, sekaligus memperkenalkan keanggotaan baru dan pengurus. Menurut ketua komisariat AjiSaka sahabat Rinduwan mengatakan bahwa MAPABA menjadi anggota Mu'takid yaitu mempercayai PMII adalah jalan yang benar dalam beroganisasi terutama dalam Pengalaman ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah. Dalam MAPABA berikutnya argument tersebut di kuatkan oleh ketua Komisariat Ki Ageng Tarub yakni sahabat Tri Agus Utomo bahwa PMII dalam sejarah awal nya merupakan banom Nahdlatul Ulama yang dalam perjalanan waktu menjadi Inter Independent dengan NU,namun demikian PMII tetap secara kultur adalan bagian dari Nahdlatul Ulama,tegas nya. 

Rabu, 14 Oktober 2015

Dinkes Grobogan Tidak Serius Tangani Kematian Ibu dan Bayi !

Grobogan -10,Oktober 2015,Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tidak sesuai amanat UUD 45 pasal 34 ayat 3 yang berbunyi “Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. PC PMII Grobogan menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tidak serius menjamin kesehatan warganya, hal ini bisa di lihat melalui penganggaran yang di lakukan oleh dinas tersebut. Berdasarkan analisis angka yang di lakukan (PMII) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Grobogan, ketua bidang eksternal Didik Mahmudi mengatakan, Bahwa Dinas kesehatan tidak serius menjamin kesehatan warga grobogan, bahkan penganggaran yang telah di tetapkan pada tahun 2015 ini dengan total belanja 97,5 M sebagian besar telah habis di gunakan untuk gaji pegawai sebesar 57,5 M. Artinya uang yang di gunakan untuk menjamin kesehatan warga grobogan lebih sedikit daripada untuk menggaji pegawai, yaitu hanya sebesar 39,9 M. Hal ini sangat tidak sesuai dengan pelayanan kesehatan yang di terima warga Grobogan. Dengan anggaran gaji sebesar itu, tapi tidak di imbangi dengan pelayanan yang baik. misalkan dalam pelayanan ibu melahirkan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah cukup tinggi. Berdasarkan data Dinkes di tahun 2014, tercatat 406 bayi dibawah usia satu tahun dan 39 anak usia satu hingga lima tahun meninggal dunia. Oktober 2014, angka kematian Ibu (AKI) terhitung 102 jiwa dan 300 jiwa pada angka kematian bayi (AKB). Angka tersebut menempati peringkat ke 2 se-Jawa Tengah. Sementara pada oktober tahun 2015 ini kasus angka kematian bayi (AKB) 306 kasus dan 279 kasus angka kematian Ibu (AKI). Dari uraian di atas, program yang di lakukan dinas kesehatan grobogan belum mampu memecahkan problem pelayanan kesehatan yang baik untuk warga Kabupaten Grobogan.